|
|
AFFANDI'S LIFE SYMBOL, THE SUN, HANDS and FEET
|
| |
|
|
|
The Sun, Hands and Feet In Affandi's Works
There basic themes in Affandi-the sun, hands, and feet- are not only
subjects, but also theme in his works of art, and are all three
deeply influenced by traditional values. Ad in his daily life,
Affandi was a responsible head of family who revered the social
values of the people among whom he lived. The emotions Affandi
poured out onto canvases were not the kinds of emotion-anger, pain,
despair, or fear of death-that appear in the works of the
expressionists of the west. Instead we see optimism about life,
concern about the fate of fellow beings, human and animal, as well
as the day to day condition of the environment in which he lived.
Affandi adopted the sun as his personal symbol.
For Affandi, the
sun was a character whose power to shine never failed, who gave
without thought of receiving anything in return, and was a source of
inexhaustible energy. Affandi's creative power was the same kind.
His obsession with the qualities of the sun, like the energy that
flowed in his veins, inspired the themes in his works. Hands and
feet for Affandi were the most important of the bodily organs, both
at work and movement. This was connected with Affandi's style and
his expressionistic way of working. This was the style that best
expressed his emotions as artist. Of course the succes of this kind
of style must inevitably depend on the intensity and purity of the
artist's emotions. So it is not faithfulness to the subject that
this style of art is seeking, but the expression of intense and
perfectly honest emotions.
(By.Yustiono) | |
|
|
| |
 |
|
Last Acrylic
Painting 'Mati Tercapai 1988' Reproduction on canvas in screenprint,
size 70cmx100 cm |
|
|
|
Matahari,Tangan
dan Kaki
Tiga hal pokok pada
diri Affandi : Matahari, tangan dan kaki menampakkan obyek-obyek
maupun tema-tema lukisan Affandi, secara kuat lebih banyak
didominasi oleh nilai-nilai tradisional. Dalam kehidupannya
sehari-haripun, Affandi adalah sosok kepala keluarga yang
bertanggungjawab dan menunjung nilai-nilai sosial masyarakatnya.
Curahan ekspresi emosi pada karya Affandi bukanlah jenis emosi
kemarahan, kesakitan, keputusasaan atau ketakutan pada maut seperti
nampak pada tokoh-tokoh ekspresionis Barat. Ekspresi emosi pada
karya Affandi lebih mencerminkan optimisme pada kehidupan
sehari-hari yang menjadi bagian hidupnya.
Affandi memilih
matahari itu dipadang sebagai 'lambang' yang dapat mewakili
dirinya,dipandang sebagai karakter, pada daya pancarnya yang tak
kenal henti, semangat memberi tanpa menuntut imbalan, serta sumber
energi yang tak habis-habisnya. Daya kreatif Affandi berkolerasi
dengan karakter seperti itu. Obsesinya pada sifat matahari, seperti
energi yang mengalir dalam urat darahnya, mengilhami tema dalam
karyanya.Tangan dan kaki, merupakan organ-organ tubuh yang utama,
baik sebagai alat kerja maupun bergerak. Hal ini berkaitan dengan
gaya lukisan Affandi dan tekhnik berkaryanya yang ekspresionistik.
Ini adalah gaya seni yang mengambarkan emosi senimannya. Gaya
ekspresionisme ini menuntut keterlibatan penuh antara seniman dan
obyek lukisanya,yang selalu melibatkan empati dan emosi yang mampat.
Ekspresi emosi seniman pada kanvas diupayakan tercurah secara penuh.
Dalam hal ini, Affandi tiba pada suatu teknik yang meminimalkan
perantara seperti kuas. Jari-jarinyalah yang berperan sebagai kuas.
Ini dilakukan agar getaran emosi yang mampat tadi dapat terekam
sepenuhnya secara langsung ke kanvas. Keberhasilan jenis gaya
seperti ini memang menentukan oleh intensitas dan kemurnian ekspresi
emosi seniman. Disini, teknik yang berarti cara terbaik dalam
melakukan sesuatu yang telah teruji oleh pengalaman, justru dijauhi.
Idealisasi gaya ekspresif adalah lukisan anak-anak yang masih murni,
atau karya masyarakat 'primitif' yang belum banyak diwarnai
peradaban modern. Jadi bukan keekspresian dengan objek yang dituju
oleh gaya lukisan ini, tapi ekspresi emosi yang intensif dan
sejujurnya.
(By.Yustiono) | |
|
|
|