Indonesia Independence

 

 

  
  

"Bung, Ayo Bung...!"

Pada Proklamasi kemerdekaan Indonesia sebuah poster perjuangan yang pertama lahir.Ide poster berasal dari Bung Karno,kemudian disampaikan kepada Sudjojono,yang selanjutnya diserahkan kepada Affandi.Pelukis Dullah menjadi model poster itu,sebagai pemuda yang mengacungkan kedua tangannya keatas,dengan rantai borgol yang putus,berlatar belakang Bendera Merah Putih.Chairil Anwar memilih kata-kata yang mengandung sugesti untuk membangkitkan semangat juang.Diserukan pada waktu itu dengan gaya seorang Proklamator sambil mengangkat kedua tangannya "Bung. Ayo Bung..!!".Poster itu kemudian di copy oleh para pelukis untuk disebarkan kedaerah-daerah,untuk mengobarkan semangat perjuangan.

  

"Come On, Guys...!

During Indonesia Independence day the first revolution poster was born.The idea for the poster came from Bung Karno,which he told it to Sudjojono.Then Sudjojono gave it to Affandi.Another painter,Dullah, was appointed as the model for the poster.He posed as a young man with his both hands is broken handcuff lifted upwards, and the red and white flag as it's background.Chairil Anwar chose the words which could push the fighting spirit.In a proclaiming gesture with both hands raised up,Chairil Anwar yelled "Come On, Guys..!".Then the poster was printed by other artist and they distributed it to other regions, to keep up the fighting spirit for their independence.

  
  

Dengan keragaman ini bisa disimpulkan bahwa seni grafis Indonesia bukan seni rupa yang malu-malu,macet atau terkena sindrom rendah diri.Seni grafis bisa tetap tampil 'heroik' dan 'patriotik' dengan kualitas karya yang terjaga,melalui  eksperimentasi kaya gagasan,seperti awal permunculanya di Indonesia dan keragaman pencapaian yang sudah dihimpunnya dalam setengah abad ini.

  

In view of this diversity it may also be concluded that Indonesian print arts is not fine arts characterized by timidity,stagnation and an inferiority complex.The printmaking should continue to be able appear 'heroic' and 'patriotic' with the quality being maintained,through all sorts of idea rich experiments it has made in a half a century.

  
  

 Chairil Anwar
 Pelopor Angkatan '45


"BETINA"-NYA AFFANDI

Betina,djika dibarat nanti mendjadi gelap turut tenggelam sama sekali djuga jang mengendap, dimukamu tinggal bermain Hidup dan Mati

Matamu menentang -  sebentar dulu ! - Kau tidak gamang, hidup kau sintuh, kau tjumbu, sekarang sendja gosong, tinggal abu... Dalam tubuhmu ramping masih berkedjaran Perempuan dan Laki-laki

  

  
<< Back | Next >>