|
Banyak seniman besar di dunia memiliki hasrat untuk "menggandakan"
hasil-hasil karyanya.Dimasa lalu,tekhnik grafis belum dikenal dan alat
kerja belum secanggih sekarang,sehingga untuk dapat menggandakan hasil
karyanya,para seniman lukis melakukan upaya meniru ulang suatu karya
mereka diatas kanvas.Pada perkembangan selanjutnya dikenal teknik
reproduksi yang berupa lithografi,etsa dan serigrafi.Dengan berjalanya
waktu,karya-karya grafis tersebut mendapat pengakuan sebagai suatu
karya seni.
TOULOUSELOUTREC,misalnya lebih dikenal dalam kaitanya dengan
poster-poster yang dihasilkanya dari pada karya-karya cat
minyaknya.Sebagai produksi tetap dalam edisi yang terbatas,karya
grafis asli bukanlah satu-satunya contoh yang terbaik dari kerja
seniman,namin seringkali dianggap sebagai yang paling
mewakili,mengingat hal ini mengesankan suatu'kemajuan' atau 'perkembangan'
seniman yang bersangkutan dalam dunia senu lukisnya.Grafis biasanya
dilakukan dibawah pengawasan seorang seniman,atau setidak-tidaknya
dengan izin seniman yang bersangkutan."Penggandaan" tersebut dapat
berupa litografi,linografi,atau serigrafi.
Dalam tahu-tahun
terakhir ini,terdapat suatu perkembangan dalam bidang grafis,dengan
meningkatnya jumlah orang yang telah memperoleh informasi dan menjadi
sadar akan nilai seni grafis.Penggandaan ini membuka peluang bagi
seseorang yang mengerti seni untuk mengoleksi dan memiliki hasil karya
seniman yang mereka kagumi dengan harga yang relatif
terjangkau.Sebagai seorang pelukis otodidak,pada waktu itu Affandi
belum memikirkan bagaimana caranya agar karya-karyanya dapat dinikmati
oleh seluruh lapisan masyarakat,karena tujuan seni Affandi pada
dasarnya adalah'Seni Untuk Rakyat'.
Pada waktu itu dengan pengetahuan saya yang
terbatas,saya mencoba untuk menjelaskan kepada akie(kakek) bahwa
meskipun lukisan-lukisan beliau umumnya bertema lingkungan hidup dan
dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat,namun yang dapat
memilikinya hanyalah kalangan terbatas saja.Dengan demikian seandainya
akie mau membuat penggandaan beberapa karyanya,hal itu justru akan
memungkinkan beberapa kalangan dapat memiliki hasil karya Affandi,yang
dengan sendirinya selaras dengan misinya mengenai seni untuk rakyat.Sebagai cucu Affandi,saya ingin menjaga kelangsungan
karya dan nama beliau,agar dapat dimiliki dan dikenang oleh semua
lapisan masyarakat.Ketika saya berada di Eropa pada tahun
1973-1985,saya banyak mengamati senu lukis dan kemajuan
teknologinya.Dari berbagai kunjungan ke berbagai museum dan galeri
seni lukis,timbul keinginan untuk memiliki dan mengoleksi lukisan
hasil karya para seniman luar maupun dalam negri.
Ketika pada tahun
1977 Affandi mendapat gelar 'Grand Maestro' dari Organisasi Perdamaian
Internasional Yayasan Dag Hammarskjold di Florence,Itali,beliau
bersama istrinya,Maryati singgah ke Belgia,tempat tinggal saya bersama
suami.Kesempatan tersebut saya gunakan untuk mengulang kembali cerita
tetntang Art Center yang memberikan pelajaran tentang grafis.Pusat
seni tersebut dinamakan Masserel Centrum,diambil dari nama
pendirinya,Frans Masereel,seorang seniman grafis dari Perancis yang
banyak menghabiskan waktunya di Belgia.
Pusat seni itu berada dibawah
pengawasan Direktorat Kebudayaan Belgia.Para seniman yang ingin
belajar tentang grafis boleh tonggal secara gratis disana selama satu
bulan.Hasil karya yang diperoleh selama pelatihan itu 2 ekslempar akan
dikoleksi oleh Art Center dan dipamerkan.Selain itu secara rutin
diadakan juga diskusi tentang grafis dan perkembangan seni dimasa
mendatang.Art Center tersebut terletak diperbatasan antara Belgia dan
Belanda disebuah perkampungan yang masyarakatnya berbahasa Belanda.Pada bulan November 1977 Affandi dan Maryati
mengunjungi Art Center.
Arsitektur bangunan Art Center tersebut sangat
unik.Bangunan induk yang berbentuk kerucut dikelilingi oleh
bungalo-bungalo berbentuk kerucut kecil yang terbuat dari
kayu.Bangunan induk terdiri atas studio,kantor,perpustakaan dan ruang
seminar,sedangkan bungalo kecil merupakan tempat tinggal para seniman
dan keluarganya dengan fasilitas dua kamar tidur,dapur dan ruang
duduk.Suasana alam pedesaan membuat Affandi dan Maryati langsung betah
dan tinggal disana.Hari-hari
pertama Affandi,dilalui dengan pengenalan lingkungan,materi dan
perancangan kerja.Direktris Art Center tersebut adalah janda Frans
Masereel,yang sangat senang dengan keinginan Affandi untuk mempelajari
grafis. |