Dr.HC.Bob Dirix
 

 
  

PRAKATA

 

Ketika saya bertemu pelukis Affandi unutk pertama kalinya pada tahun 1972 di Paris,saya juga bertemu dengan cucu kecilnya -Helfi- yang nantinya menjadi pendamping hidup saya. Affandi diundang oleh pemerintah Perancis untuk mengunjungi museum-museum, memberi kuliah di Universitas Sorbonne, dan memamerkan karya-karyanya. Saat itu cucu kesayangannya belajar ballet di Eropa selama 5 tahun. Sementara saya sendiri bertugas di Dinas Diplomatik untuk PBB di Paris.

Tahun 1977, saya dan Helfi yang telah menjadi istri saya, mengundang Affandi dan istrinya, Maryati, untuk berkunjung dan kami menemani ke Itali, dimana Affandi memperoleh penghargaan International 'Dag Hammarskjold Award' untuk perdamaian dan seni. Pada saat itu saya menjabat sebagai Sekretaris Jendral di organisasi tersebut. Affandi menghasilkan beragam karya yang berbeda pada masa-masa yang dilaluinya i Eropa - San Marco di Venesia, Menara Eiffel di Paris, Minnewater di Brugge (Belgia) dan Grande Place di Brussel (Belgia).

Saat itu saya memperkenalkan Affandi dengan pusat kebudayaan Frans Masereel, sebuah lembaga dibawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Belgia yang memiliki spesialisasi dalam bidang seni grafis (Lithografi, serigrafi maupun tatahan). Affandi menghabiskan waktu selama beberapa bulan dipusat kebudayaan itu untuk memperlajari teknik-tekniknya dan menghasilkan sejumlah karya grafis di atas batu kapur, lempengan tembaga, maupun screen sutra utnuk membuat sejumlah lithografi, etsa dan serigrafi dalam edisi terbatas. Semua karya seni yang dibuatnya di Belgia dikumpulkannya pada cucunya sendiri. Ketika Affandi kembali ke Indonesia, ia memberi otorisasi dan juga hak cipta kepada kami untuk menulis sebuah buku tentang kehidupan dan karya-karya seninya. Pada akhir tahun 1977 saya bersama istri saya berkunjung ke Yogyakarta untuk menyerahkan biografi Affandi beserta portofolio berisi 12 lithografi berwarna untuk ulang tahunnya yang ke-70.

Itu adalah buku biografi Affandi yang pertamakali dipublikasikan. Buku itu terdiri dari 198 halaman dan ditulis dalam 4 bahasa dalam ekslusif yang berjumlah 359 eksemplar. Dari jumlah itu, 100 eksemplar diantaranya diberi nomor dan ditandatangani oleh Affandi sendiri untuk diberikan kepada sejumlah kolektor seni Indonesia. Saat ini (tahun 2008 ) hanya tersisa 1 eksemplar buku maupun portofolio lithofrafinya yang bernomor 71 yang bernilai 500 US$. Setelah menyimpan semua koleksi karya grafis Affandi selama hampir 30 tahun, saya berniat untuk memamerkan seluruhnya pada peringatan ulang tahun Affandi yang ke-100.

                                                                                                                                              (Dr.HC.Bob Dirix)

  
  
Affandi and his biograper
Dr.HC.Bob Dirix

 
  
Affandi and Bob Dirix

 
  
Affandi, Sri Sultan H.B IX
 and Dr.HC.Bob Dirix

In Affandi's Museum
 
<< Back | Next >>