Pendapat para kritikus tentang Affandi  
 
 
  
  

PENDAPAT  PARA KRITIKUS

Italia,1953, Corrie Della Sierra

...Haruslah dikatakan bahwa Affandi adalah salah seorang pelukis paling terkemuka yang muncul dari Asia Tenggara pada zamanya. Ia melukis dengan cara impresionistik dan post-impresionistik, dan kemudian dengan ledakan emosi yang lebuh besar merupakan fakta dalam lembaran sejarah seni itu sendiri. (Oleh Barberi :Kritikus Seni)

Amerika, 1963, Life Magazine

...Lukisan-lukisan Affandi mempunyai jiwanya sendiri. Sebagian lukisanya mencerminkan keelokan alam, yang lainnya luapan emosi dari kehidupan rakyat kebanyakan, yang lainnya dinamis, menggambarkan perjuangan rakyat untuk merdeka dari penjajahan.

Brazil, 1966, O.Estado De s.Paulo

...Mengamati kualitas artistik pada kebanyakan lukisan-lukisanya, kini menempatkan Affandi sebagai master yang tak diragukan lagi baik dibelahan bumi barat maupun timur. (Oleh Antianto Bento :Kritikus Seni)

Hawai, 1967-1968

...Fresco (lukisan dinding) Affandi,"Hidup...bergetar oleh semacam tenaga erotis. Ia adalah pelukis action-painter ekspresionis. Mirip dengan Pollock,tetapi lebih dekat dengan Mathieu, pelukis Perancis menghantam kanvas secara langsung dan individual. Setiap tanda pada kanvas diletakkan oleh tubuhnya. Setiap garis struktural dan halus. Inilah seorang pelukis dengan emosi, kesungguhan hati dan ketrampilan yang tak diragukan lagi.

Dari Honolulu Star Bulletin oleh Web Anderson, kritikus seni :

...Terdapat suatu hal pada Affandi yang tidak mencerminkan laissez-faire (paham kebebasan), yaitu suatu konsep yang poluler dikalangan seniman, bagaimana mereka seharusnya bersikap. Melainkan terdapat suasana keteguhan dan pancaran kerja keras. Otot-otot tubuhnya adalah seperti tukang. Orang dapat menduga-duga bahwa perkakasnya adalah gergaji dan palu, bukanya kuas dan cat. Affandi mengingatkan saya pada seorang rekan dari Mexico yang merasa lebih terhormat dengan selempang penuh peluru ketimbang penghargaan-penghargaan salon yang diperolehnya. Pada zaman dahulu yang tenteram, seniman mempersembahkan karyanya kepada sang raja. Pada zaman kini dimana nilai-nilai berubah dengan cepat, Affandi mengabdikan dirinya sebagai pelukis rakyat, yaitu rakyatnya. Perjuangan dengan cat daripada senjata bukanlah hal yang mudah baginya. Pada suatu negeri dimana garis dan warna lebih dipahami daripada huruf, hal ini tidaklah mudah. Minat Afandi adalah pada dunia, seperti halnya Peter Breughel dari Flander dahulu, penguasa bukanlah perhatiannya, melainkan hukum saja. Konsepnya adalah seniman sebagai makhluk sosial yang bertanggungjawab, menerima sepenuhnya masalah-masalah kemasyarakatan dan karya-karyanya membuktikan bahwa untuk mencapai tujuan ini, ia terjun sedalam-dalamnya kemasalah-malalah murni estetis, sementara seniman-seniman lainya tak terusik karena mengurung dirinya dalam studio pribadi. (Sunday Star-Art Bulletin oleh jean Charlot (pelukis).

Hongkong, 1971, Orientations Magazines of Asia and The Pasific

...Drawing (gambar)  Affandi yang paling menggambarkan kehidupan sehari-hari bernafaskan visinya dan perasaan yang dalam akan pengamatan, yang membedakan ia dari bangsanya. Seorang pelukis abstrak ekspresionis dan mempunyai ketrampilan tekhnik yang merampas jiwa-jiwa subjek lukisanya,

Filiphina, 1972, The Art of Southeast Asia

...Pelukis paling terkemuka dari Indonesia adalah seorang Jawa, Affandi. Ia mempergunakan cat minyak untuk mengambarkan keIndonesiaan dengan sapuan-sapuan bebas spontan, dengan warna-warni yang hidup. Hentakan-hentakanya, walaupun nampak membabi-buta, sebenarnya suatu rekayasa dari kegemulaian tradisi Jawa. Ia muncul sebagai satu-satunya pelukis dari Asia Tenggara yang mencapai pengakuan Internasional. (Oleh  Philip Rawson : Kritikus Seni)

Singapura, 1975

...Kesenian Affandi tidaklah untuk diterangkan. Karya-karyanya selalu sebagai suatu pengalaman visual yang harus dinikmati. Sudujono, pelukis Indonesia, menulis diakhir tahun 1930an, dan mengatakan,... seni tinggi adalah karya yang didasari kehidupan sehari-hari yang disalurkan oleh seniman yang menyelam kedalamnya, dan kemudian menciptakannya...Ini tidak dapat tidak ditujukan kepada Affandi daripada seniman-seniman lainya. Karya-katyanya dari sisi manapun merupakan nyanyian syair kehidupan. (Oleh christoper Hooi, Director Singapore National Museum)

...The vertex grows unceasingly and out of it come gigantic images, some time macerated portaits,  very often cruel self potraits, other times human figures inanimate things extracted from reality but tortured by the expressionst will to dramatize. (By :Flavie de Aquine)

...Affandi is a painter of so much originality as to justify any of his excesses, all of which are absolutely necessary for the exact expression of his sentiments and emotions. (By :Sergio Millet)

...Affandi's fresco,"vital...vibrates with a sort of erotic energy". (By :Web Anderson, Art Critic)

...Affandi affirms the concept of the artist as a socially responsible being, decepting his full share of tasks in a community. And his works proves that, to achieve this goal, he has plunged as deeply into problems of pure esthatic as have other artmakers, hid in the privacy of their studios..(By :Jean Charlet)

  
<< Back | Next >>